Catatan Perjalanan: Japan 20 – 28 November 2011 – Part III

Yak, setelah ada kesempatan waktu untuk menulis lagi, saya sempatkan untuk menulis catatan perjalanan saya selama di Jepang untuk bagian ketiga :D . Setelah kurang lebih 50 menit, terdengar pengumuman di dalam kereta NEX dalam bahasa Jepang dan kemudian diikuti dengan bahasa Inggris. Pengumuman tersebut mengatakan bahwa kereta akan segera tiba di Tokyo Station, yang merupakan tujuan saya. Setelah saya bersiap2 dan menyiapkan koper, tidak terasa NEX yang saya naiki masuk ke dalam terowongan dan terus menuju kebawah. Dan ternyata platform NEX itu selalu di underground setiap stasiun. Sekali lagi terdengar suara pengumuman, yang kali ini memperingati penumpang yang hendak turun di Tokyo Station harus bersiap2 menghadapi padatnya stasiun tersebut. Begitu kereta berhenti dan pintu terbuka saya pun langsung turun dan langsung mencari escalator naik. Saat saya sudah naik dan tiba di platform selanjutnya…..saya seperti orang bingung, saat itu sedang rush hour dan seluruh orang sibuk lalu lalang tanpa memperdulikan sekelilingnya sama sekali.

Tugas saya selanjutnya adalah mencari platform kereta JR Chuo/Sobu Line untuk berhenti di Ochanomizu Station. Menurut map pegangan saya, stasiun tersebut lah yang paling dekat dengan hotel yang akan saya tempati nantinya. Di tengah keramaian yang “menggila” saya berusaha mencari petunjuk bagaimanakah saya mencapai platform Chuo/Sobu Line ini. Dan setelah saya membaca papan pengumuman, dan menghapalkan warna kereta JR tersebut, akhirnya saya bisa menuju platform tersebut, yang letaknya 2 lantai diatas dari posisi saya sekarang. Dengan koper yang agak berat.. saya menyeret koper dengan agak sedikit berlari (mengikuti irama kesibukan orang jepang yang menggila, kagak pegel apa tuh ciwik2 make hak tinggi jalan kek maraton -__-”). Dan ketika saya melihat tangga yang cukup tinggi, muka saya langsung lemes, karena membayangkan saya harus mengangkat koper yang cukup berat. Dan jadilah sodara2 saya ngangkat koper sebanyak dua lantai. Ternyata bodohnya saya.. setelah saya sampai di platform tersebut, saya baru tahu bahwa tadi naik dari tangga untuk orang yang gak bawa koper, karena buat yang bawa koper ada escalator di utara tangga yang saya naiki tadi -__-”.

JR Chuo/Sobu Line

Tidak lama menunggu, kereta langsung datang, akhirnya ! langsung saya naik itu kereta dan berharap saya tidak salah naik kereta. Alhamdulillah semua berjalan lancar, dan setelah satu stasiun terlewati, saya tiba di Ochanomizu Station. Dengan langkah gegap gempita.. saya turun dari kereta.. dan turun dari tangga sambil ngangkat koper (melakukan dua kali kebodohan yang sama) padahal di sisi utara tangga turun tersebut ada escalator turun -___-”. Alhasil begitu sudah sampai bawah, tangan saya langsung kram sodara2. Kemudian saya langsung menuju pintu keluar, dan mencari sisi pintu yang ada penjaganya, dengan sigap saya tunjukkan JR pass saya, dan saya pun berhasil keluar stasiun ! \m/ uye !.

Begitu keluar stasiun, cuaca cukup cerah seperti waktu saya di NEX tadi, tapi ternyata.. dinginnya ampun coy. Angin yang berhembus cukup kencang dan tangan dan muka saya langsung kebas mati rasa. Dengen berbekal google maps, saya mencari jalan menuju hotel sayah, yaitu YMCA Hotel di daerah Chiyoda Tokyo. Hal yang cukup unik yang saya perhatikan, orang2 disini lebih doyan jalan, baik itu cewek2 yang berhak tinggi tadi. Dan yang aneh lagi, para wanita Jepang ini, di cuaca dan angin yang cukup semeriwing ini, berani untuk menggunakan setelan yang cukup mini. Bingung sayah, apa gak kedinginan yak XD, tapi tak apalah.. rejeki #eh. Perjalanan menuju hotel pun dimulai, pertama nyebrang jalan (pasti XD), jalan terus dan saya bisa merasakan lingkungan yang cukup indah dan bersih. Menurut map, letak hotel saya tidak cukup jauh, tapi ternyata cukup jauh juga. Tangan saya sudah sangat pegal, dan saya yakin ini bakal kram atau njarem (padahal baru hari pertama :| ). Jalan terus terus terus, wah ternyata map menunjukkan hotel sudah dekat dengan saya, tapi ternyata saya harus turun tangga yang cukup tinggi dengan membawa koper yang cukup berat. Jadilah saya turuni tangga tersebut dengan tergopoh2 dan diliatin orang2 sana.

YMCA Hotel

Setelah perjalanan sekitar 30 menit (parah ini maps estimasi jalan dan waktunya), saya tiba di hotel ! YMCA hotel !!! \m/, begitu saya masuk, saya langsung menunjukkan voucher hotel yang sudah saya pesan sebelumnya. Dan waktu itu resepsionis nya sangat sangat tidak bisa berbahasa inggris, bisa sih dikit2 XD. Dengan bekal bahasa Jepang saya yang ancur2an saya mengatakan bahwa saya sudah melakukan reservasi disini, dan dia mengatakan bahwa saya bisa cekin jam 3 sore. Sang resepsionis berkata “cekuin cekuin shrii piem” sambil menunjukkan jari 3. Saya langsung menggangguk dan mengatakan bahwa saya mengerti, tapi ternyata sang resepsionis berusaha meyakinkan saya lagi dengan mengambil secarik kerta “Chotto matte kudasai” dan dia menuliskan angka 15.00. Saya mengangguk2 lagi, dan mengatakan apakah saya bisa menitipkan koper saya disinis selagi menunggu waktu check-in. Dan dia langsung menjawab “hai, hai..” langsung keluar dan memberikan koper saya nomor.

“Jeng jeng jeng !” tibalah saya di Tokyo, koper sudah dititipkan dan waktu nya ngelayap sampe jam 15.00 (waktu sekarang menunjukkan pukul 10.00 pagi). Dengan membakar sebatang rokok indonesia di Smoking Area hotel, saya merencanakan perjalanan selanjutnya kemana. Sampailah pada keputusan saya…tujuan pertama AKIHABARA ! :D :D . Saya berjalan kembali menuju Ochanomizu Station tempat saya tiba tadi, dan langsung mengambil line JR Chuo/Sobu Line yang melewati Akihabara. Oh iya, Akihabara Station rupanya terletak setelah Ochanomizu Station.

Akihabara Station

Ketika sampai di Akihabara Station saya langsung keluar dari stasiun dan langsung berdecak kagum melihat Akihabara yang begitu luas. Dan pemandangan ke kanan saya langsung melihat AKB48 Cafe ! \m/ uuuuyeahh. *Jeprat Jepret* dikit, langsung saya jalan lagi, menuju pusat keramaian Akihabara. Dan ternyata di Akihabara, suasana sedikit kurang lebih kayak kaki lima di Indonesia. Para pedagang menjajakan barang elektronik dengan melebarkan lapaknya ke jalan2. Akan tetapi hebatnya mereka sangat teratur dan rapi sekali.

AKB48 Cafe & Shop

Kaki Lima Akihabara

 

Sekeliling Akihabara

Liat kiri dan ke kanan, dan saya mendapati surganya para otaku, semua action figure, gundam, model-kit, dan yang lain-lainnya ada semua. Bahkan para “maid” cosplayer membagi2kan brosur kepada para pengunjung. Wow, mereka berpakaian seperti itu, untuk menarik perhatian para otaku Jepang membeli produk2nya. Dan ketika itu, dengan bodohnya, saya mencoba untuk mengambil foto seorang “maid” yang sedang membagikan brosur tersebut, tetapi dengan izin tentunya “can I take your picture ? shasin shasin ? XD” dan “maid” tersebut langsung mengatakan “shasin dame ! shasin dame !” ebuset itu orang langsung nutupin mukanye, kagak mau dipoto. Mungkin serem kali yah, tiba2 ada om2 itam dateng dengan muka sedikit mesum yang pengen moto dia -__-”.

Maid Cafe

Mbak "Maid" yang gak mau dipoto -__-

Dan saya pun langsung berjalan-jalan lagi mengelilingi Akihabara. Oh iya, salah satu hal yang menarik disini, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, ada pasangan otaku yang jalan berduaan, yang cowok mukanya bener2 geek otaku gak ketulungan, yang cewek imut2 nan cantik dan berpakaian cosplay sailor. Wow, ternyata bener seperti yang banyak diceritakan di anime, kalo pasangan seperti itu bener2 ada :O.

Setelah berjalan2 sekitar satu setengah jam di akihabara, saya merencanakan perjalanan berikutnya. Yaitu UENO :D .

Bersambung ke part IV :D

Kimi No Sukina Toko – Ken Hirai

Disadur dari: http://www.jpopasia.com/lyrics/6083/ken-hirai/kimi-no-sukina-toko.html

Romaji

omoi ga tsunoru hodo ni
chokusetsu kao mite wa ienai
kimi no suki na tokoro nante
kazoekirenai hodo aru noni
iza me no mae ni suru to
nani mo ienaku natte shimau
aenai hi ni tsumikasaneta
negai mo mayoi mo tameiki mo
hora ima kono kimochi
kimi ni itte mitara
komatta kao suru kana? sono gyaku nara ii na

tereta egao suneta yokogao gushagusha nakigao
nagai matsuge mimi no katachi kirisugita maegami
kimi no suki na toko nara
hoshi no kazu hodo aru noni
hitotsu mo kotoba ni dekinakute

koi wo sureba suru hodo
kakehiki wa umaku wa naru kedo
kono mune no muzugayusa ni
itsumo girigiri te ga todokanai
komatta kao mitakute ijiwaru itte miru
honto wa subete ga kawaikute shou ga nai kuse ni

katahou dake dekiru EKUBO asa no kasureta koe
kuchibiru no iro kami no nioi dakishimeta ondo
kimi no suki na toko nara
dare yori mo shitteru noni
naze tsutaerarenai no darou?

onaga ga suku to kigen ga waruku natte damarikomu
you to sugu neru kuse ni kaeritakunai to suneru
kimi no iya na tokoro mo sorya sukoshi wa aru keredo
aeba itsumo yurushite shimau
hotto shita kao waratta toki ni ha no ji ni naru mayu
hiniku ya na noni igai to ninjou mono ni yowai
kimi no suki na toko nara
sekaijuu no dare yori mo
shitteru boku ga ureshikute

hora ima kimi ga warau kara
naze darou kotoba ni dekinakute

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Translation

I can’t look you right in the face and say it, so much that it makes my heart grow fonder
There are so many things that I like about you, that I can’t even count them all

Now that I’m standing in front of you, I can’t say anything
There have been so many things that have piled up, over the days we couldn’t see each other; Wishes, confusion, and sighs

Hey, if I try and explain this feeling that I’m feeling right now, to you
I wonder if you’d have a puzzled looking your face? I hope it would be just the opposite

Your shy smile, your pouting profile, your distraught tear-stained face
Your long lashes, the shape of your ears, and your bangs that are cut too short

When it comes to the things that I like about you, there are as many as there are stars
I can’t even put a single one of them into words

The more I fall in love with you, the better my bargaining gets
But my hands always fall just short of the irritation in my heart

I want to see your puzzled expression, when I try and say something mean to you
The truth is, everything about you is cute, there’s no helping it

The dimple that you only have on one side, your voice that’s cracky in the morning
The color of your lips, the smell of your hair, your warmth when I held you

When it comes to the things that I like about you, I know them better than anyone else
So why can’t I tell you that?

When you’re hungry, you get into a bad mood, and are silent
When you’re drunk, you fall asleep right away, and whine that you don’t want to go home

There are a few places that you don’t like
But when we meet up at them, you always let it go

Your relieved face, your eyebrows that form the character for “ha” when you smile
Even though you’re sarcastic, you’re surprisingly sympathetic

I’m so happy that I, more than anyone else in the world
Know the things that I like about you

Hey look, you’re smiling now

Why is it that I can’t form the words…

From:

http://www.mognet.net/lyrics.php?id=2286&type=english

Catatan Perjalanan: Japan 20 – 28 November 2011 – Part II

Yak, akhirnya saya sempat untuk menulis catatan perjalanan saya di Jepang part II XD. Setelah perjalanan yang cukup panjang, saya tiba juga di Narita International Airport. Begitu keluar dari pesawat, saya langsung menuju ke meja imigrasi Jepang. Pada saat itu suasana cukup sepi, dan saya melihat deretan meja yang cukup banyak sekali. Saat itu, jujur saya agak bingung harus menuju meja imigrasi yang mana, sampai ada bapak2 petugas yang sudah cukup tua mengarahkan saya ke salah satu meja yang tidak ada antriannya sama sekali (arigatou jii-san !).

Begitu sampai di meja imigrasi yang saya tuju, mata saya langsung terbelalak O_o, karena yang bertugas saat itu seorang wanita yang masih sangat muda dan berwajah mirip dengan Sora Aoi =)). Bahaha, rejeki nomplok ini pagi2. Tapi apa mau dikata ternyata itu petugas judesnya setengah mati XD. Dengan logat bahasa Inggris yang terpatah-patah dia menanyakan berapa lama saya tinggal di Jepang, tujuan saya di Jepang ngapain, dst dst. Akhirnya setelah interview singkat yang dilakukannya, saya lolos juga dan saya mendapatkan “Landing Permission” resmi di Jepang.

Selanjutnya, saya harus pergi menuju tempat pengambilan bagasi. Setelah pengambilan bagasi dilakukan, saya harus melakukan pengecekan terakhir, yaitu pengecekan bagasi kita tadi. Saya menuju salah satu counter pemeriksaan, dan saya disuruh membuka koper saya, dan dia langsung mengubek2 isi koper tadi. Setelah dipastikan tidak ada apa2, dia melakukan interview singkat dengan bahasa Inggris lagi ke saya, seperti “dimana saya akan tinggal di Tokyo dan tujuan saya apa disini”. Setelah lolos, akhirnya saya bisa keluar ke “Arrival Lobby Narita Airport Terminal 1″ \m/.

Oke, tujuan saya selanjutnya adalah mencari cara gimana saya pergi ke Tokyo, karena tidak mungkin menggunakan taksi, mengingat jarak antara Narita – Tokyo cukup jauh, dan jika menggunakan taksi saya bisa dikenakan biaya 10.000 – 20.000 yen (kira2 1 juta – 2 juta rupiah saja). Alternatif termurah adalah dengan menggunakan limousine bus atau menggunakan kereta (Narita Express atau Keisei Skyline). Karena pada saat itu saya sudah membeli Japan Rail Pass (JRP) – http://www.japanrailpass.net/, saya harus menukarkan voucher JRP tersebut dan naik Narita Express (NEX) menuju Tokyo.

Oh iya, bagi wisatawan yang ingin bepergian ke Jepang dan mengunjungi lebih dari satu kota di Jepang, saya sangat menyarankan untuk membeli JRP. Karena dengan menggunakan JRP kita bisa dengan bebas naik kereta dibawah bendara JR (termasuk Shinkansen loh). Pembelian JRP harus dilakukan di negara masing-masing (di Indonesia bisa dibeli di Jalan Tour)

Saat itu, jujur saya bingung, dimana saya harus menukarkan voucher JRP tersebut. Dengan membaca papan petunjuk, akhirnya saya bisa masuk ke platform kereta yang ada di bawah lobby arrival tadi. Tapi begitu sampai dibawah, saya bingung kembali XD, karena peta yang disediakan di belakang voucher JRP (yang menunjukkan lokasi penukaran voucher) sangat berbeda. Dan kembali saya menanyakan kepada satpam bandara di lokasi. Saya sudah takut saja, jangan-jangan dia tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi dia ternyata mengerti maksud saya, dan berusaha menunjukkan saya dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah lokasi penukaran voucher JRP tersebut. Sampai akhirnya dia menunjukkan arah jalan dan meng-guide saya langsung ke lokasi disana.

Sesaat ketika saya tiba di depan reservation office JR tiket seperti yang telah dijelaskan di berbagai website (Midori no Madoguchi), saya sempat terdiam, karena …. “masih tutup” :| . Saya memberanikan diri untuk masuk ke counter ticket normal yang ada disebelahnya, dan alhamdulillah ternyata penukaran voucher JRP bisa dilakukan disitu apabila reservation office nya belum buka. Setelah memberikan dan mem-validasi tiket JRP tersebut, sang petugas menanyakan apakah saya akan menggunakan NEX untuk ke Tokyo, dan saya langsung mengangguk iya. Saya langsung diberikan tiket kereta, dan ditunjukkan kemana saya harus melangkah untuk mencapai platform NEX. Saat itu saya mendapatkan kereta pukul 7:33 pagi, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 7.15.

Langsung saya menuju gerbang tiket, dan memberikan JRP + tiket kereta saya ke petugas gerbang. Dan dia langsung mempersilahkan saya masuk dan menunjukkan bahwa saya harus turun satu lantai lagi kebawah untuk mencapai platform NEX. Saya menuju nomor gerbong yang tertera pada tiket, dan menunggu disana.

Platform Narita Express (NEX)

Tepat pukul 7:25, NEX langsung datang. Saat itu petugas NEX langsung hadir dan menutup pintu kereta dengan tali kuning, dan mereka langsung melakukan “maintenance” dengan cukup cepat. 7:30, mereka selesai dan mempersilahkan seluruh penumpang untuk masuk kereta, dan tepat 7:33 kereta mulai bergerak mengarah ke Tokyo. Tingkat kedisiplanan waktu orang-orang disini sangat luar biasa sekali.

Narita Express (NEX)

Suasana dalam kereta cukup nyaman, apalagi bagi saya yang membawa koper. Tempat koper sudah disediakan di dalam kereta. Dan sepanjang perjalanan saya dapat melihat pemandangan yang sangat luar biasa, mulai dari suasana pedesaan di Jepang, pohon dan hutan di Jepang yang daunnya sudah mulai kelihatan berubah warna, dan satu lagi matahari yang terlihat sangat dekat sekali.

Suasana di dalam NEX

Pemandangan dari NEX

Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam, saya akhirnya tiba di Tokyo Station :D . Berlanjut ke part III.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.