Kimi No Sukina Toko – Ken Hirai

Disadur dari: http://www.jpopasia.com/lyrics/6083/ken-hirai/kimi-no-sukina-toko.html

Romaji

omoi ga tsunoru hodo ni
chokusetsu kao mite wa ienai
kimi no suki na tokoro nante
kazoekirenai hodo aru noni
iza me no mae ni suru to
nani mo ienaku natte shimau
aenai hi ni tsumikasaneta
negai mo mayoi mo tameiki mo
hora ima kono kimochi
kimi ni itte mitara
komatta kao suru kana? sono gyaku nara ii na

tereta egao suneta yokogao gushagusha nakigao
nagai matsuge mimi no katachi kirisugita maegami
kimi no suki na toko nara
hoshi no kazu hodo aru noni
hitotsu mo kotoba ni dekinakute

koi wo sureba suru hodo
kakehiki wa umaku wa naru kedo
kono mune no muzugayusa ni
itsumo girigiri te ga todokanai
komatta kao mitakute ijiwaru itte miru
honto wa subete ga kawaikute shou ga nai kuse ni

katahou dake dekiru EKUBO asa no kasureta koe
kuchibiru no iro kami no nioi dakishimeta ondo
kimi no suki na toko nara
dare yori mo shitteru noni
naze tsutaerarenai no darou?

onaga ga suku to kigen ga waruku natte damarikomu
you to sugu neru kuse ni kaeritakunai to suneru
kimi no iya na tokoro mo sorya sukoshi wa aru keredo
aeba itsumo yurushite shimau
hotto shita kao waratta toki ni ha no ji ni naru mayu
hiniku ya na noni igai to ninjou mono ni yowai
kimi no suki na toko nara
sekaijuu no dare yori mo
shitteru boku ga ureshikute

hora ima kimi ga warau kara
naze darou kotoba ni dekinakute

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Translation

I can’t look you right in the face and say it, so much that it makes my heart grow fonder
There are so many things that I like about you, that I can’t even count them all

Now that I’m standing in front of you, I can’t say anything
There have been so many things that have piled up, over the days we couldn’t see each other; Wishes, confusion, and sighs

Hey, if I try and explain this feeling that I’m feeling right now, to you
I wonder if you’d have a puzzled looking your face? I hope it would be just the opposite

Your shy smile, your pouting profile, your distraught tear-stained face
Your long lashes, the shape of your ears, and your bangs that are cut too short

When it comes to the things that I like about you, there are as many as there are stars
I can’t even put a single one of them into words

The more I fall in love with you, the better my bargaining gets
But my hands always fall just short of the irritation in my heart

I want to see your puzzled expression, when I try and say something mean to you
The truth is, everything about you is cute, there’s no helping it

The dimple that you only have on one side, your voice that’s cracky in the morning
The color of your lips, the smell of your hair, your warmth when I held you

When it comes to the things that I like about you, I know them better than anyone else
So why can’t I tell you that?

When you’re hungry, you get into a bad mood, and are silent
When you’re drunk, you fall asleep right away, and whine that you don’t want to go home

There are a few places that you don’t like
But when we meet up at them, you always let it go

Your relieved face, your eyebrows that form the character for “ha” when you smile
Even though you’re sarcastic, you’re surprisingly sympathetic

I’m so happy that I, more than anyone else in the world
Know the things that I like about you

Hey look, you’re smiling now

Why is it that I can’t form the words…

From:

http://www.mognet.net/lyrics.php?id=2286&type=english

Catatan Perjalanan: Japan 20 – 28 November 2011 – Part II

Yak, akhirnya saya sempat untuk menulis catatan perjalanan saya di Jepang part II XD. Setelah perjalanan yang cukup panjang, saya tiba juga di Narita International Airport. Begitu keluar dari pesawat, saya langsung menuju ke meja imigrasi Jepang. Pada saat itu suasana cukup sepi, dan saya melihat deretan meja yang cukup banyak sekali. Saat itu, jujur saya agak bingung harus menuju meja imigrasi yang mana, sampai ada bapak2 petugas yang sudah cukup tua mengarahkan saya ke salah satu meja yang tidak ada antriannya sama sekali (arigatou jii-san !).

Begitu sampai di meja imigrasi yang saya tuju, mata saya langsung terbelalak O_o, karena yang bertugas saat itu seorang wanita yang masih sangat muda dan berwajah mirip dengan Sora Aoi =)). Bahaha, rejeki nomplok ini pagi2. Tapi apa mau dikata ternyata itu petugas judesnya setengah mati XD. Dengan logat bahasa Inggris yang terpatah-patah dia menanyakan berapa lama saya tinggal di Jepang, tujuan saya di Jepang ngapain, dst dst. Akhirnya setelah interview singkat yang dilakukannya, saya lolos juga dan saya mendapatkan “Landing Permission” resmi di Jepang.

Selanjutnya, saya harus pergi menuju tempat pengambilan bagasi. Setelah pengambilan bagasi dilakukan, saya harus melakukan pengecekan terakhir, yaitu pengecekan bagasi kita tadi. Saya menuju salah satu counter pemeriksaan, dan saya disuruh membuka koper saya, dan dia langsung mengubek2 isi koper tadi. Setelah dipastikan tidak ada apa2, dia melakukan interview singkat dengan bahasa Inggris lagi ke saya, seperti “dimana saya akan tinggal di Tokyo dan tujuan saya apa disini”. Setelah lolos, akhirnya saya bisa keluar ke “Arrival Lobby Narita Airport Terminal 1″ \m/.

Oke, tujuan saya selanjutnya adalah mencari cara gimana saya pergi ke Tokyo, karena tidak mungkin menggunakan taksi, mengingat jarak antara Narita – Tokyo cukup jauh, dan jika menggunakan taksi saya bisa dikenakan biaya 10.000 – 20.000 yen (kira2 1 juta – 2 juta rupiah saja). Alternatif termurah adalah dengan menggunakan limousine bus atau menggunakan kereta (Narita Express atau Keisei Skyline). Karena pada saat itu saya sudah membeli Japan Rail Pass (JRP) – http://www.japanrailpass.net/, saya harus menukarkan voucher JRP tersebut dan naik Narita Express (NEX) menuju Tokyo.

Oh iya, bagi wisatawan yang ingin bepergian ke Jepang dan mengunjungi lebih dari satu kota di Jepang, saya sangat menyarankan untuk membeli JRP. Karena dengan menggunakan JRP kita bisa dengan bebas naik kereta dibawah bendara JR (termasuk Shinkansen loh). Pembelian JRP harus dilakukan di negara masing-masing (di Indonesia bisa dibeli di Jalan Tour)

Saat itu, jujur saya bingung, dimana saya harus menukarkan voucher JRP tersebut. Dengan membaca papan petunjuk, akhirnya saya bisa masuk ke platform kereta yang ada di bawah lobby arrival tadi. Tapi begitu sampai dibawah, saya bingung kembali XD, karena peta yang disediakan di belakang voucher JRP (yang menunjukkan lokasi penukaran voucher) sangat berbeda. Dan kembali saya menanyakan kepada satpam bandara di lokasi. Saya sudah takut saja, jangan-jangan dia tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi dia ternyata mengerti maksud saya, dan berusaha menunjukkan saya dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah lokasi penukaran voucher JRP tersebut. Sampai akhirnya dia menunjukkan arah jalan dan meng-guide saya langsung ke lokasi disana.

Sesaat ketika saya tiba di depan reservation office JR tiket seperti yang telah dijelaskan di berbagai website (Midori no Madoguchi), saya sempat terdiam, karena …. “masih tutup” :| . Saya memberanikan diri untuk masuk ke counter ticket normal yang ada disebelahnya, dan alhamdulillah ternyata penukaran voucher JRP bisa dilakukan disitu apabila reservation office nya belum buka. Setelah memberikan dan mem-validasi tiket JRP tersebut, sang petugas menanyakan apakah saya akan menggunakan NEX untuk ke Tokyo, dan saya langsung mengangguk iya. Saya langsung diberikan tiket kereta, dan ditunjukkan kemana saya harus melangkah untuk mencapai platform NEX. Saat itu saya mendapatkan kereta pukul 7:33 pagi, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 7.15.

Langsung saya menuju gerbang tiket, dan memberikan JRP + tiket kereta saya ke petugas gerbang. Dan dia langsung mempersilahkan saya masuk dan menunjukkan bahwa saya harus turun satu lantai lagi kebawah untuk mencapai platform NEX. Saya menuju nomor gerbong yang tertera pada tiket, dan menunggu disana.

Platform Narita Express (NEX)

Tepat pukul 7:25, NEX langsung datang. Saat itu petugas NEX langsung hadir dan menutup pintu kereta dengan tali kuning, dan mereka langsung melakukan “maintenance” dengan cukup cepat. 7:30, mereka selesai dan mempersilahkan seluruh penumpang untuk masuk kereta, dan tepat 7:33 kereta mulai bergerak mengarah ke Tokyo. Tingkat kedisiplanan waktu orang-orang disini sangat luar biasa sekali.

Narita Express (NEX)

Suasana dalam kereta cukup nyaman, apalagi bagi saya yang membawa koper. Tempat koper sudah disediakan di dalam kereta. Dan sepanjang perjalanan saya dapat melihat pemandangan yang sangat luar biasa, mulai dari suasana pedesaan di Jepang, pohon dan hutan di Jepang yang daunnya sudah mulai kelihatan berubah warna, dan satu lagi matahari yang terlihat sangat dekat sekali.

Suasana di dalam NEX

Pemandangan dari NEX

Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam, saya akhirnya tiba di Tokyo Station :D . Berlanjut ke part III.

Catatan Perjalanan: Japan 20 – 28 November 2011 – Part I

Akhirnya, ada waktu untuk menulis dan menceritakan catatan perjalanan saya selama di Jepang selama seminggu :) . Baiklah, langsung saya mulai saja dari part I ini. Tanggal 20 November 2011 kemarin, saya melakukan perjalanan ke Jepang. Sebenarnya, sudah cukup lama saya ingin ke negara impian saya ini, akan tetapi apa mau dikata belum kesampean rejekinya.

Pada tanggal 20 November, saya melakukan perjalanan di malam hari dengan menggunakan Air Nippon Airways harga promo *tetep gak modal* xD, ntah kenapa saat itu perasaan saya antara takut, excited, penasaran, dan galau. Perjalanan dimulai dari rumah pada pukul 16.00 WIB, karena pesawatnya take off sekitar jam 21.00 WIB.

Persiapan yg perlu dilakukan sih sebenarnya cukup sederhana, seperti jaket tebal dan topi kupluk tebal karena saat ini jepang lagi transisi musim gugur ke musim dingin, dan teman saya yg disana mengatakan bahwa suhu disana bisa liar antara 1 – 14 derajat. Selain itu, dokumen2 penting seperti passport dan visa jangan sampe lupa. Oh iya, satu lagi, jangan lupa bawa obat2an sendiri. Dan yang paling utama, bawa bekel baju selama seminggu.

Dengan langkah gontai, saya masuk ke taxi menuju bandara yang sudah menunggu saya. Saat itu suasana Depok – Jakarta sedang sangat “Gloomy” seakan menangisi kepergian sayah jam 9 malam nanti xD #lebay. Tepat sekitar pukul 19.00, saya tiba di Soetta, perjalanan cukup macet, terutama saat mau keluar dari Depok. Saat itu, sambil menunggu waktu check in, hal utama yang harus saya lakukan adalah mencari “Smoking Room” xD

Setelah bertanya2 kepada satpam sekitar, saya akhirnya tau dimana letak counter ANA. Setelah pemeriksaan liar yg dilakukan security Soetta, akhirnya saya lolos dan dapat menuju counter untuk segera melakukan check ini. Padahal sebenarnya takut juga, badan boleh lolos, tapi muka mungkin bisa kena -__-”. Setelah melakukan check in, karena ini penerbangan internasional saya yang pertama, saya agak2 gagap karena harus mengisi form imigrasi dan harus bayar airport tax yang mahal.

Tanpa pikir panjang, langsung saya isi form tersebut, dan langsung melangkah ke bagian imigrasi. Sesudah saya melewati bagian imigrasi (untungnya masih bisa lolos nih muka dari security), saya melihat gambaran terminal internasional Soetta yang sunggun sangat berbeda dri terminal lokalnya, kiri kanan banyak duty free shop, dan perawatannya bagus bener.

Dan akhirnya, saya tiba di waiting room. Saat saya mau masuk, pegawai ANA Indonesia berkata “maaf mas, kami belum buka, mungkin 30 menit lagi”. Ebuset, saya mesti nunggu dimana lagi coba –”. Akhirnya setelah terdampar dan ngemper2, saya bisa masuk juga ke ruang tunggu. Disitu saya melihat banyak bener salary man dan turis2 Jepang yang melakukan perjalanan kembali ke negaranya. Saya merasa minder karena di ruang tunggu cuman saya yg itam sendiri.

Dan, ketika itu berbunyilah pengeras suara, tepat pada pukul 8:45. Pengumuman pertama dilakukan dalam bahasa Jepang, baru yg kedua make bahasa Indonesia, oalah gini toh rassnya make penerbangan asing xD. Segera saya memasuki pesawat, dan alhamdulillah saya mendapatkan window seat. Celingak celinguk, eh ternyata stewardess nya ANA cewe2 Jepang *ya iyalah –”*. Tapi beneran lucu, karena walaupun mereka bisa bahasa Inggris, pelafalannya lucu xD, mukanya juga cakep kok #eh.

Walaupun sebagai stewardess mereka wajib berbahasa Inggris untuk turis asing, tetapi yg saya temukan ada yg gak bisa bahasa Inggris sama sekali, dan ketika berinteraksi dengan pramugari yang itu, saya make bahasa tarzan xD. Oke stop bicara pramugari cakep *blush*. Take off pesawat tepat pada pukul 21.00 seperti yg tertera pada tiket. Perjalanan akan dilakukan sekitar 7 jam lebih, yah ampir 8 jam lah, dan yg saya ambil adalah “direct flight”.

Pelayanan yang dilakukan ANA terhadap penumpangnya kalo saya boleh bilang sangat memuaskan. Pertama, kita semua diberikan handuk panas yang seger bener. Kedua, sebelum makanan utama, kita semua diberikan snack dan ditawarin minuman apa saja (jus, bir, sake, wine, champagne, vodka) dan tentu saja saya kalap :) ) :) ). Ketiga, waktunya untuk makanan utama \m/, saya ditawari jenis makanan “Western” dan “Japanese”, dan tentu saja saya ambil paket makanan Jepang. Pertama sekali saya kira “ah, pasti makanannya juga alakadarnya aja”, tapi begitu makanan disajikan, luar biasa sodarah2, bahkan lebih enak dari makanan resto Jepang di Indo xD.

Saat semua sudah beres, waktu masih menunjukkan sekitar 5 jam lagi menuju landing di Narita, dan sayah udah merasa pegel dan pengen cepet2 sampe. Di sela2 kekosongan waktu itu, saya haya mendengarkan musik dan menonton video yang tepat berada di depan sayah.

ANA Entertainment Module

Akhirnya, setelah perjalanan yang panjang, sebelum pesawat landing, saya dapat melihat matahari terbit di atas Jepang. Buru2 saya mengambil kamera di tas yang saya bawa ke cabin, dan langsung mengambil scenery yang sangat indah ini. Saat itu waktu menunjukkan pukul 5:30 waktu Jepang, dan pesawat akan landing pukul 06.00 di Narita International Airport. Perasaan saya semakin takut, penasaran, galau gak jelas, tapi tetep excited, karena ini perjalanan solo dan internasional pertama saya. Yosh !

Pemandangan Matahari Terbit di Atas Jepang

Bersambung ke part 2 :) (つずく)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.