Catatan Perjalanan: Japan 20 – 28 November 2011 – Part II

Yak, akhirnya saya sempat untuk menulis catatan perjalanan saya di Jepang part II XD. Setelah perjalanan yang cukup panjang, saya tiba juga di Narita International Airport. Begitu keluar dari pesawat, saya langsung menuju ke meja imigrasi Jepang. Pada saat itu suasana cukup sepi, dan saya melihat deretan meja yang cukup banyak sekali. Saat itu, jujur saya agak bingung harus menuju meja imigrasi yang mana, sampai ada bapak2 petugas yang sudah cukup tua mengarahkan saya ke salah satu meja yang tidak ada antriannya sama sekali (arigatou jii-san !).

Begitu sampai di meja imigrasi yang saya tuju, mata saya langsung terbelalak O_o, karena yang bertugas saat itu seorang wanita yang masih sangat muda dan berwajah mirip dengan Sora Aoi =)). Bahaha, rejeki nomplok ini pagi2. Tapi apa mau dikata ternyata itu petugas judesnya setengah mati XD. Dengan logat bahasa Inggris yang terpatah-patah dia menanyakan berapa lama saya tinggal di Jepang, tujuan saya di Jepang ngapain, dst dst. Akhirnya setelah interview singkat yang dilakukannya, saya lolos juga dan saya mendapatkan “Landing Permission” resmi di Jepang.

Selanjutnya, saya harus pergi menuju tempat pengambilan bagasi. Setelah pengambilan bagasi dilakukan, saya harus melakukan pengecekan terakhir, yaitu pengecekan bagasi kita tadi. Saya menuju salah satu counter pemeriksaan, dan saya disuruh membuka koper saya, dan dia langsung mengubek2 isi koper tadi. Setelah dipastikan tidak ada apa2, dia melakukan interview singkat dengan bahasa Inggris lagi ke saya, seperti “dimana saya akan tinggal di Tokyo dan tujuan saya apa disini”. Setelah lolos, akhirnya saya bisa keluar ke “Arrival Lobby Narita Airport Terminal 1″ \m/.

Oke, tujuan saya selanjutnya adalah mencari cara gimana saya pergi ke Tokyo, karena tidak mungkin menggunakan taksi, mengingat jarak antara Narita – Tokyo cukup jauh, dan jika menggunakan taksi saya bisa dikenakan biaya 10.000 – 20.000 yen (kira2 1 juta – 2 juta rupiah saja). Alternatif termurah adalah dengan menggunakan limousine bus atau menggunakan kereta (Narita Express atau Keisei Skyline). Karena pada saat itu saya sudah membeli Japan Rail Pass (JRP) – http://www.japanrailpass.net/, saya harus menukarkan voucher JRP tersebut dan naik Narita Express (NEX) menuju Tokyo.

Oh iya, bagi wisatawan yang ingin bepergian ke Jepang dan mengunjungi lebih dari satu kota di Jepang, saya sangat menyarankan untuk membeli JRP. Karena dengan menggunakan JRP kita bisa dengan bebas naik kereta dibawah bendara JR (termasuk Shinkansen loh). Pembelian JRP harus dilakukan di negara masing-masing (di Indonesia bisa dibeli di Jalan Tour)

Saat itu, jujur saya bingung, dimana saya harus menukarkan voucher JRP tersebut. Dengan membaca papan petunjuk, akhirnya saya bisa masuk ke platform kereta yang ada di bawah lobby arrival tadi. Tapi begitu sampai dibawah, saya bingung kembali XD, karena peta yang disediakan di belakang voucher JRP (yang menunjukkan lokasi penukaran voucher) sangat berbeda. Dan kembali saya menanyakan kepada satpam bandara di lokasi. Saya sudah takut saja, jangan-jangan dia tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi dia ternyata mengerti maksud saya, dan berusaha menunjukkan saya dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah lokasi penukaran voucher JRP tersebut. Sampai akhirnya dia menunjukkan arah jalan dan meng-guide saya langsung ke lokasi disana.

Sesaat ketika saya tiba di depan reservation office JR tiket seperti yang telah dijelaskan di berbagai website (Midori no Madoguchi), saya sempat terdiam, karena …. “masih tutup” :| . Saya memberanikan diri untuk masuk ke counter ticket normal yang ada disebelahnya, dan alhamdulillah ternyata penukaran voucher JRP bisa dilakukan disitu apabila reservation office nya belum buka. Setelah memberikan dan mem-validasi tiket JRP tersebut, sang petugas menanyakan apakah saya akan menggunakan NEX untuk ke Tokyo, dan saya langsung mengangguk iya. Saya langsung diberikan tiket kereta, dan ditunjukkan kemana saya harus melangkah untuk mencapai platform NEX. Saat itu saya mendapatkan kereta pukul 7:33 pagi, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 7.15.

Langsung saya menuju gerbang tiket, dan memberikan JRP + tiket kereta saya ke petugas gerbang. Dan dia langsung mempersilahkan saya masuk dan menunjukkan bahwa saya harus turun satu lantai lagi kebawah untuk mencapai platform NEX. Saya menuju nomor gerbong yang tertera pada tiket, dan menunggu disana.

Platform Narita Express (NEX)

Tepat pukul 7:25, NEX langsung datang. Saat itu petugas NEX langsung hadir dan menutup pintu kereta dengan tali kuning, dan mereka langsung melakukan “maintenance” dengan cukup cepat. 7:30, mereka selesai dan mempersilahkan seluruh penumpang untuk masuk kereta, dan tepat 7:33 kereta mulai bergerak mengarah ke Tokyo. Tingkat kedisiplanan waktu orang-orang disini sangat luar biasa sekali.

Narita Express (NEX)

Suasana dalam kereta cukup nyaman, apalagi bagi saya yang membawa koper. Tempat koper sudah disediakan di dalam kereta. Dan sepanjang perjalanan saya dapat melihat pemandangan yang sangat luar biasa, mulai dari suasana pedesaan di Jepang, pohon dan hutan di Jepang yang daunnya sudah mulai kelihatan berubah warna, dan satu lagi matahari yang terlihat sangat dekat sekali.

Suasana di dalam NEX

Pemandangan dari NEX

Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam, saya akhirnya tiba di Tokyo Station :D . Berlanjut ke part III.

Advertisement

About adoen86
Just an Ordinary Guy, who stayed in Depok. Currently enrolled in Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.