Instalasi Modul Perl di Ubuntu 11.04 (Natty)

Untuk proses instalasi modul Perl, dapat dengan mudah dilakukan dengan menggunakan CPAN, instalasi dapat dilakukan dengan masuk ke dalam program tersebut

$ sudo cpan

dan melakukan instalasi modul Perl yang diinginkan

$ cpan> install “nama_modul_perl”

Saya sendiri menggunakan OS X, akan tetapi ketika menggunakan komputer riset yang menggunakan sistem operasi Ubuntu buat menjalankan eksperimen yang membutuhkan beberapa instalasi modul Perl, saya menemui banyak sekali masalah baik yang sederhana ataupun yang sangat-sangat memusingkan.

Berikut saya share apa saja error yang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya

1. YAML not installed error

Hal ini terutama terjadi karena ada modul YAML dari Perl CPAN itu sendiri yang belum terinstall, install dengan menggunakan cpan

$ cpan> install YAML

Setelah modul itu ter-install, masalah itu tidak terjadi lagi

2. make install & make test error

Banyak yang menyebabkan terjadinya error ini, salah satunya adalah karena
- GCC belum terinstall, untuk pengguna Ubuntu dapat melakukan instalasi paket-paket yang essential untuk development dengan mengetikkan perintah:

$ sudo apt-get install build-essential

- Tanggal sistem yang tidak sesuai, ini masalah yang secara tidak sengaja saya temui, hal ini ternyata disebabkan oleh tanggal sistem operasi yang tidak sesuai dengan tanggal dari module yang kita unduh dari internet.

Ubah tanggal tersebut sesuai dengan tanggal yang sekarang, maka anda telah menyelesaikan masalah tersebut

3. Khusus untuk Curl, karena saya menggunakan modul WWW::Curl::Easy untuk melakukan Curl langsung dari Perl.

Masalah yang terjadi biasanya adalah curl-config not found. Untuk instalasi module WWW::Curl pada Ubuntu, anda harus terlebih dahulu menginstall libcurl4-openssl-dev

$ sudo apt-get install libcurl4-openssl-dev

Kemudian anda dapat menginstall module tersebut dengan menggunakan CPAN

$ cpan> install WWW::Curl

Apabila instalasi masih gagal juga, mungkin ada yang salah dengan koneksi internet anda yang menyebabkan koneksi sewaktu CPAN melakukan “make test” gagal. Saya sendiri mengalaminya, karena internet di lab riset saya menggunakan proxy server.

Bypass proxy sudah saya setting, tetapi ketika men-setting proxy untuk CPAN hanya ada atribut http_proxy saja dan tidak ada atribut https_proxy. Oleh karena itu proses intalasi saya tambahkan atribut

$ cpan> force install WWW::Curl

Mungkin penyelesaian masalah ini dapat juga diterapkan di sistem operasi Ubuntu versi lain, karena kebetulan saja komputer yang saya gunakan memiliki sistem operasi Ubuntu 11.04 Natty. Sekian sharing saya hari ini, semoga bermanfaat :)

Semantic Social Network

Semantic  Social Network / Jejaring Sosial Semantik adalah suatu konsep semantik yang diterapkan pada jejaring sosial, dimana seluruh data jejaring sosial akan direpresentasikan kedalam bentuk web semantik  dan saling terhubung dan tersedia secara bebas di Web.

Seperti yang kita ketahui, bahwa saat ini jejaring sosial adalah isu yang sedang sangat hangat diperbincangkan. Saat ini sangat banyak situs jejaring sosial yang muncul seperti Friendster™, Facebook™, Linkedin™, Twitter™, dan yang lainnya. Masing-masing situs jejaring sosial tersebut memiliki fungsi yang sama ataupun fungsi yang berbeda-beda. Klasifikasi jejaring sosial dapat dilihat pada gambar berikut yang disadur dari sini

Klasifikasi Jejaring Sosial

 

Masing-masing situs jejaring sosial tersebut memiliki basis datanya masing-masing, dan menyimpan data pengguna mereka pada basis data nya masing-masing. Dimana data tersebut tidak dapat terhubung antar satu situs jejaring sosial dengan situs jejaring sosial lainnya. Basis data tradisional dapat diumpamakan sebagai sebuah data silos (gudang data), dimana data tersebut hanya bisa diakses oleh aplikasi yang terhubung ke basis data tersebut, dan agar data tersebut dapat diakses, aplikasi yang harus terhubung dengan basis data tersebut harus menyediakan jasa Web Service. Basis data tradisional memiliki mekanisme local pointer seperti pada Java Virtual Machine, dimana kita tidak dapat dengan mudah mengambil data dari basis data lain yang terdapat pada mesin ataupun aplikasi yang berbeda.

Tidak jarang saat ini satu pengguna memiliki banyak akun pada situs jejaring sosial yang berbeda-beda. Misalkan pengguna A memiliki akun Facebook, Twitter, Friendster. Dan ketika pengguna tersebut melakukan perubahan profile pada salah satu situs jejaring sosial, misalkan Facebook, mau tidak mau dia harus membuka situs jejaring sosial lain dan merubah data profile mereka, agar data profile mereka akan tetap selalu terupdate. Hal ini adalah hal yang redundant, karena harus melakukan pekerjaan berulang kali. Sering sekali orang yang memiliki banyak akun jejaring sosial hanya memfokuskan dirinya untuk mengurus / me-maintain salah satu situs jejaring sosial pilihannya, misalkan Facebook , dan meninggalkan situs jejaring sosial lainnya, sehingga seringkali banyak informasi yang tidak valid dan terbengkalai begitu saja.

Selain itu keterhubungan antara orang yang memiliki akun di jejaring sosial yang berbeda tidak akan dapat terhubung. Kebanyakan saat ini berbagai jejaring sosial hanya menyediakan layanan, dimana kita dapat mencari teman kita pada situs jejaring sosial lain yang juga memiliki akun pada situs jejaring sosial tersebut. Tetapi tidak ada konsep keterhubungan secara langsung

[Gambar di sadur dari Slide Henry Story - Sun Microsystem Open Social Network]

Dua jejaring sosial yang berbeda, tidak dapat terhubung satu sama lain

Muncul suatu ide / gagasan, kenapa tidak membuat suatu basis data yang besar dan terdapat pada Internet ? Dimana kita membutuhkan suatu standar terbuka dalam merepresentasikan data tersebut, agar setiap data yang dideskripsikan akan memiliki standar yang sama, atau disebut dengan konsep open social networks. Dengan menggunakan konsep open social networks, hal tersebut dapat diatasi dimana setiap orang hanya memiliki satu informasi mengenai dirinya dalam bentuk berkas RDF/XML yang tersedia pada Web dan dapat diakses berbagai situs jejaring sosial untuk menampilkan data dirinya. Apabila terjadi perubahan, maka kita hanya harus merubah satu berkas saja. Selain itu keterhubungan antar orang lebih bersifat terbuka, karena tidak dibatasi oleh situs jejaring sosial dan basis data yang berbeda-beda.

[Gambaran konsep Open Social Networks yang diajukan oleh Henry Story - Sun Microsystem, Open Social Network]

Konsep Open Social Networks

Dengan menggunakan berbagai vocabulary RDF/XML yang telah diakui dan menjadi standar terbuka dalam merepresentasikan data tersebut, kita dapat membangun sebuah jejaring sosial semantik. Vocabulary RDF/XML inti yang harus ada dalam menggambarkan data jejaring sosial semantik adalah:

FOAF (Friend of a Friend) : inti dalam mendeskripsikan data jejaring sosial semantik, misalnya mendeskripsikan keterhubungan antar orang.

Tambahan Vocabulary:

- DOAC (Description of Career)

- DBO (DBpedia Ontology)

- Event Ontology

- Geo Ontology

Masih banyak vocabulary lain yang dapat digunakan untuk melengkapi standar representasi data yang perlu ditambahkan ke dalam berkas RDF / XML.

Intinya anggap saja Web itu adalah sebuah basis data yang besar dan universal, dimana semua data tersimpan di dalam Web, dan data tersebut disimpan dalam berkas semantik yang menggunakan RDF/XML. Misalkan jejaring sosial semantik ini dapat terwujud, berbagai hal dapat dilakukan seperti mencari orang dengan minat yang sama, mencari orang yang memiliki keahlian tertentu, mencari orang yang bertempat tinggal di daerah yang sama, dan hal lainnya. Dan yang sangat menarik perhatian, seluruh pencarian tersebut dapat langsung dilakukan pada Web, tanpa ada batasan basis data tradisional yang hanya terikat dengan satu situs jejaring sosial saja, layaknya jejaring sosial pada saat ini.

Mohon maaf bila saya ada salah kata :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.